Allahumma Shalli Alaa Sayyidina Muhammad Wa alihi Washahbihi Wasallim
1. “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena
shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka
barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling
dekat derajatnya denganku.”
(HR. Baihaqi dengan sanad shahih)
2. Dalam Kitab Mukasyifal Qulub.
Ada malaikat yang memiliki panjang sayap antara langit dan bumi jika
dibentangkan, maka apabila ada orang yang bershalawat maka malaikat
tersebut masuk ke lautan, kemudian
keluar dari lautan, setiap tetesan air dari sayapnya Allah jadikan
malaikat yang selalu memintakan ampun kepada orang yang bershalawat
tersebut.
Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa alihi washahbihi wasallim
3. Disebutkan dalam kitab Ihya , Al-Qirthas dan Al-Maghnam Fil Wirdil
A’dham karangan Asy-Syaikh Muhyiddin Ibn An-Nuhhas, sebuah hadist dari
Abi Kahil yang mengatakan bahwa Rasulullah bersabda :
“Hai, Abu
Kahil ! Ketahuilah bahwa barangsiapa bershalawat karena cinta dan rindu
kepadaku sebanyak 3x dalam sehari, maka sudah pasti Allah akan
mengampunkan dosa-dosanya pada hari itu dan malam itu”
4. Diriwayatkan juga dari Abu Bakar bin Abu ‘Ashim dalam Kitab Ash-Shalah juga disebutkan dalam Kitab Syarhul Washiyah
Rasulullah bersabda “Siapa yang bershalawat kepadaku di waktu pagi 10x
dan petang 10x maka ia mendapat syafaatku di hari kiamat”
5.
“Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya
umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa
yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat
derajatnya denganku.”
(HR. Baihaqi dengan sanad shahih)
6.
Hadist Rasulullah Barangsiapa bershalawat kepadaku maka para Malaikat
akan bershalawat (memohonkan ampun) untuknya selama dia membacanya. Maka
bacalah olehmu sedikit atau sebanyak mungkin. (Syarah Ratib Al Haddad)
Sabtu, 30 Mei 2015
HADIST TENTANG SHALAT
Shalat
1. Yang pertama-tama
dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal
perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung
dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (HR.
An-Nasaa'i
dan Tirmidzi)
2. Paling dekat
seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah do'a
(saat bersujud) (HR. Muslim)
3. Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali. (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali. (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Abdullah ibnu
Mas'ud Ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, amal
perbuatan apa yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Shalat tepat pada waktunya." Aku
bertanya lagi, "Lalu apa lagi?" Beliau menjawab, "Berbakti kepada kedua orang
tua." Aku bertanya lagi, "Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?" Beliau menjawab,
"Berjihad di jalan Allah." (HR. Bukhari)
5. Yang kusenangi
dari urusan duniamu adalah wanita dan wewangian dan dijadikan kesejukan mataku
(sebagai biji mata) dalam shalat. (HR. An-Nasaa'i dan Al Hakim)
6. Shalat dua rakaat
(yakni shalat sunnah fajar) lebih baik dari dunia dan segala isinya. (HR.
Tirmidzi)
7. Barangsiapa
meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan. (HR. Ahmad)
8. Suruhlah
anak-anakmu shalat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka
sudah berumur sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur mereka (putera-puteri).
(HR. Abu Dawud)
9. Shalat pada awal
waktu adalah keridhoan Allah dan shalat pada akhir waktu adalah pengampunan
Allah. (HR. Tirmidzi)
10. Barangsiapa lupa
shalat atau ketiduran maka tebusannya ialah melakukannya pada saat dia ingat.
(HR. Ahmad)
11. Ibnu Abbas Ra.
berkata : Rasulullah Saw. pernah menjama' shalat dzuhur dengan ashar dan maghrib
dengan isya' di Madinah tanpa disebabkan faktor ketakutan (khauf) atau hujan.
Beliau ditanya apa sebabnya, lalu menjawab, "agar tidak menyulitkan umatnya."
(HR. Muslim).
Penjelasan:
Jika menghadapi soal yang sangat penting dan mendesak beliau pernah menjama' walaupun bukan musafir.
Jika menghadapi soal yang sangat penting dan mendesak beliau pernah menjama' walaupun bukan musafir.
12. Apabila seseorang
mengantuk saat akan shalat hendaklah ia tidur sampai hilang ngantuknya, sebab
bila shalat dalam keadaan mengantuk dia tidak menyadari bahwa ketika
beristighfar ternyata dia memaki dirinya.(HR. Bukhari)
13. Janganlah
melakukan shalat pada saat hidangan makanan sudah tersedia dan jangan pula
memulai shalat dalam keadaan menahan kencing dan buang air (termasuk kentut).
(HR. Ibnu Hibban)
14. Apabila diserukan
untuk shalat datangilah dengan berjalan dengan tenang. Apa yang dapat kamu ikuti
shalatlah dan yang tertinggal lengkapilah. (HR. Ahmad)
Penjelasan:
Tidak boleh tergesa-gesa dan berlari-larian menuju masjid.
Tidak boleh tergesa-gesa dan berlari-larian menuju masjid.
15. Yang pertama-tama
diangkat dari umat ini ialah khusyu' sehingga tidak terlihat seorangpun yang
khusyu'. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
16. Allah Ta'ala
tetap (senantiasa) berhadapan dengan hambaNya yang sedang shalat dan jika ia
mengucap salam (menoleh) maka Allah meninggalkannya. (HR. Mashabih Assunnah)
17. Allah 'Azza
wajalla berfirman (hadits Qudsi): "Tidak semua orang yang shalat itu bershalat.
Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu,
menahan syahwatnya dari perbuatan haram laranganKu dan tidak terus-menerus
(ngotot) bermaksiat terhadapKu, memberi makan kepada yang lapar dan memberi
pakaian orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung
orang asing. Semua itu dilakukan karena Aku." "Demi keagungan dan kebesaranKu,
sesungguhnya bagiKu cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari dan Aku menjadikan
kejahilannya kesabaran (kebijaksanaan) dan menjadikan kegelapan terang, dia
berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon dan Aku memberikannya dan dia
mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi dia
dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. BagiKu
dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh buahnya dan tidak berobah
keadaannya." (HR. Ad-Dailami)
18. Nabi Saw ditanya tentang shalat, "Bagaimana shalat yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Berdiri yang lama." (HR. Muslim)
19. Rasulullah Saw
apabila berdiri sesudah ruku' ('itidal) beliau membaca:

"Allah mendengar
siapa yang memujiNya. Ya Allah Robb kami. Seluruh pujian bagimu sepenuh langit-
langit, bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudahnya. Engkaulah yang
patut disyukuri dan dipuji. Engkaulah yang paling layak diucapkan seorang hamba
dan kami semua adalah hambaMu. Ya Allah, tidak ada pencegah bagi pemberianMu dan
tidak memberi apabila Engkau menolaknya dan tidak berguna kebesaran seorang
kecuali dengan kebesaran dari sisiMu. (HR. Muslim)
20. Nabi Saw bila
mendengar seruan azan, beliau menirukan kata-kata dan seruannya. (HR.
Ath-Thahawi)
21. Barangsiapa
mengucapkan (do'a) setelah mendengar suara muazzin:

"Ya Allah, Robb
seruan (azan) yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan, karuniakanlah kepada
Muhammad derajat dan kemuliaan yang tinggi dan kedudukan yang terpuji yang
Engkau janjikan untuknya." Maka patut baginya memperoleh syafaat (ku) pada hari
kiamat. (HR. Bukhari)
22. Maukah aku beritahu apa yang dapat menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?" Para sahabat menjawab: "Baik ya Rasulullah." Beliau berkata, "Berwudhu dengan baik, menghilangkan kotoran-kotoran, banyak langkah diayunkan menuju mesjid, dan menunggu shalat (Isya) sesudah shalat (Maghrib). Itulah kewaspadaan (kesiagaan)." (HR. Muslim)
Penjelasan:
Kesiagaan dan persiapan untuk menghadapi perang fi sabilillah untuk membuka (menguasai) Mekah.
23. Sebaik-baik shaf
(barisan) laki-laki adalah yang paling depan dan yang terburuk ialah barisan
paling akhir. Namun seburuk-buruk barisan wanita adalah yang paling depan dan
yang terbaik ialah yang paling belakang. (HR. Muslim)
24. Barangsiapa
mengimami suatu kaum lalu mengkhususkan do'a untuk dirinya, maka dia telah
mengkhianati mereka. (HR. Aththusi)
25. Rapikan
barisanmu, sesungguhnya merapikan barisan termasuk mendirikan shalat. (HR. Ibnu
Hibban)
26. Shalat jama'ah
pahalanya melebihi shalat sendiri-sendiri dengan dua puluh tujuh derajat.
(Mutafaq'alaih)
27. Apabila seorang
mengimami orang-orang hendaklah meringankan shalat karena di antara mereka
terdapat anak-anak, orang tua, yang lemah, yang sakit clan yang punya hajat
(keperluan), dan bila shalat sendirian dapat ia lakukan sesukanya. (HR. Bukhari)
28. Tiga orang yang
diridhoi Allah yaitu seorang yang pada tengah malam bangun dan shalat, suatu
kaum (jama'ah) yang berbaris untuk shalat dan suatu kaum berbaris untuk
berperang (fisabilillah). (HR. Abu Ya'la)
29. Barangsiapa
berjamaah dalam shalat subuh dan Isya maka baginya dua kebebasan, yaitu
kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari kemusyrikan. (Abu Hanifah)
30. Ada empat orang
tidak diwajibkan shalat jum'at yaitu wanita, budak, orang yang sakit dan musafir
(bepergian). (Abu Hanifah)
31. Apabila kamu
menegur kawanmu saat imam berkhotbah pada shalat jum'at dengan ucapan:
"dengarkan", maka pahala shalat jum'atmu menjadi batal. (HR. Bukhari dan
Muslim)
Penjelasan:
Ketika khatib sedang
berkhotbah maka kita harus diam mendengarkan serta tidak boleh berbicara,
kendatipun menegur orang lain yang sedang berbicara atau mengobrol dengan ucapan
"Diamlah!" atau "Dengarkanlah!".
32. Barangsiapa
meninggalkan shalat jum'at karena meremehkannya tanpa suatu alasan maka Allah
Tabaroka wata'ala akan mengunci hatinya. (HR. Bukhari dan Muslim)
33. Paling afdol
(utama) shalat seorang (adalah) di rumahnya kecuali (shalat) yang fardhu (lima
waktu). (HR. Bukhari dan Muslim)
34. Hati manusia
kadangkala maju dan kadangkala mundur. Apabila sedang mengalami kemajuan
shalatlah nawafil (sunah ba'diyah, qobliyah dan tahajjud) dan bila sedang
mengalami kemunduran shalatlah yang fardhu-fardhu saja (lima waktu).
(Ath-Thahawi)
35. Barangsiapa
sesudah shalat (fardhu) mengucapkan zikir "Subhanallah" (Maha Suci Allah) 33
kali dan "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah) 33 kali dan "Allahu Akbar"
(Allah Maha Besar) 33 kali lalu digenapkan yang keseratusnya dengan (membaca):

"Laailaaha illallah
wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in
Qodir" (Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa yang tidak ada sekutu
bagi-Nya, bagi-Nyalah segala kekuasaan dan pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha
Kuasa), maka akan terampuni dosa-dosanya (walaupun) sebanyak buih di lautan.
(HR. Muslim)
36. Rasulullah Saw
berkata kepada Muadz Ra, "Ya Muadz, jangan meninggalkan sehabis tiap shalat
ucapan:"

"Ya Allah, bantulah
aku untuk mengingat Engkau dan banyak bersyukur kepada-Mu dan beribadah
kepada-Mu dengan baik." (HR. An-Nasaa'i dan Abu Dawud)
37. Perbanyaklah
sujud kepada Allah, sesungguhnya bila sujud sekali Allah akan mengangkatmu satu
derajat dan menghapus satu dosamu. (HR. Muslim)
38. Diberitahukan
kepada Nabi Saw bahwa si Fulan shalat semalam suntuk tetapi pada pagi harinya
dia mencuri. Lalu beliau menjawab, "Kelak shalatnya akan mencegahnya dari
perbuatan mencuri." (HR. Ath-Thahawi)
39. Tiga orang yang shalatnya tidak sampai melampaui telinganya, yaitu seorang budak yang melarikan diri sampai dia pulang kembali, seorang isteri yang semalaman suaminya murka kepadanya, dan seorang imam yang mengimami suatu kaum sedangkan kaum itu tidak menyukainya. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
40. Apabila seorang
shalat hendaklah mengenakan pakaian rangkap. Sesungguhnya Allah lebih berhak
(dihadapi) dengan keindahan pakaian. (HR. Ath-Thabrani)
41. Rasulullah Saw
bila menghadapi suatu dilema (situasi yang sukar dan membingungkan) beliau
shalat. (HR. Ahmad)
43. Malaikat selalu
berpesan kepadaku tentang shalat tengah malarn sehingga aku mengira bahwa umatku
yang terbaik ialah yang sedikit tidurnya. (Abu Hanifah)
44. Rasulullah Saw
apabila bangun tengah malam untuk shalat malam (Tahajjud) beliau mengucapkan:

"Tidak ada Tuhan
kecuali Engkau. Maha suci Engkau, ya Allah, aku mohon ampunanMu atas dosaku dan
aku mohon rahmatMu. Ya Allah, tambahlah ilmu bagiku dan jangan Engkau
memalingkan hatiku setelah Engkau memberiku hidayah (petunjuk) dan karuniakanlah
dari sisimu rahmat. Sesungguhnya Engkau Maha pemberi rahmat." (HR. Abu Dawud)
45. Umatku yang
termulia ialah penghafal Al Qur'an dan yang selalu shalat tengah malam
(tahajud). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
Penjelasan:
Hamalatul Qur'an artinya penghafal Qur'an, memahami artinya, sekaligus mengajarkan dan mengamalkan isinya.
Penjelasan:
Hamalatul Qur'an artinya penghafal Qur'an, memahami artinya, sekaligus mengajarkan dan mengamalkan isinya.
42. Barangsiapa
meninggalkan shalat Ashar dengan sengaja maka Allah akan menggagalkan amalannya
(usahanya). (HR. Bukhari)
1O PERMINTAAN IBLIS KEPADA ALLAH TA'ALA
Iblis berkata, Wahai
Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan tinta pena telah lama
kering. Maha suci Allah yang telah menjadikanmu pemimpin para nabi dan
Rasul, pemimpin penduduk surga dan telah menjadikan aku pemimpin
penduduk neraka jahanam.
Aku ini si celaka terusir. Inilah yang ingin aku sampaikan kepadamu dan aku tak berbohong.
Aku ini si celaka terusir. Inilah yang ingin aku sampaikan kepadamu dan aku tak berbohong.
1. Aku meminta agar Allah membiarkanku berbagi alam harta dan anak
manusia, Allah mengizinkan "Berbagilah dengan manusia dalam harta dan
anak. Dan janjikanlah mereka (tetapi) tidaklah janji setan kecuali semua
itu tipuan" (QS.Al Isra-64)
Aku akan makan dari harta yang tidak dizakatkan. Aku juga makan makanan haram yang bercampur dengan riba. Aku makan juga makanan yang tidak dibacakan atas nama Allah(Bismillah).
2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang-orang yang berhubungan (bersetubuh) dengan istrinya tanpa berlindung kepada Allah. Setan akan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada setan.
3. Aku minta agar aku bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan yang berjalan tidak untuk tujuan yang halal.
4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
6. Aku minta agar Allah menjadikan sya'ir (dari penyair) sebagai qur'anku.
7. Aku meminta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
8. Aku meminta agar Allah memberikanku saudara, yaitu orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat. Allah berfirman "Orang yang boros adalah saudara-saudara setan."
(QS.Al Isra' 27)
9. Aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. (dengan seizin Allah hanya sebagian saja yang bisa melihatku)
10. Aku meminta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab "silahkan" dan aku bangga dengan kemampuan tersebut hingga hari kiamat. sebagian besar manusia bersamaku dihari kiamat.
Sumber: syajaratul kaun dan hikayah iblis.
Aku akan makan dari harta yang tidak dizakatkan. Aku juga makan makanan haram yang bercampur dengan riba. Aku makan juga makanan yang tidak dibacakan atas nama Allah(Bismillah).
2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang-orang yang berhubungan (bersetubuh) dengan istrinya tanpa berlindung kepada Allah. Setan akan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada setan.
3. Aku minta agar aku bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan yang berjalan tidak untuk tujuan yang halal.
4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
6. Aku minta agar Allah menjadikan sya'ir (dari penyair) sebagai qur'anku.
7. Aku meminta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
8. Aku meminta agar Allah memberikanku saudara, yaitu orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat. Allah berfirman "Orang yang boros adalah saudara-saudara setan."
(QS.Al Isra' 27)
9. Aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. (dengan seizin Allah hanya sebagian saja yang bisa melihatku)
10. Aku meminta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab "silahkan" dan aku bangga dengan kemampuan tersebut hingga hari kiamat. sebagian besar manusia bersamaku dihari kiamat.
Sumber: syajaratul kaun dan hikayah iblis.
BIODATA WALIKOTA TARAKAN DAN WAKIL WALIKOTA TARAKAN PERIODE 2014 - 2019
Biodata Walikota Tarakan
| Nama | : | Ir. SOFIAN RAGA, M.Si |
| Tempat, Tanggal Lahir | : | Tarakan, 10 Januari 1962 |
| Agama | : | Islam |
| Orang Tua | : | - Ayah : H. M. Raga (Manteri Raga Alm.) - Ibu : Hj. Andin Arkiyah (Almh.) |
| Istri | : | Juislinda |
| Anak | : |
|
| Alamat Rumah | : | Jl. Kalimantan No. 1 Tarakan |
| Riwayat Pendidikan | : |
|
| Riwayat Pekerjaan | : |
|
Biodata Wakil Walikota Tarakan
| Nama | : | H.K. ARIEF HIDAYAT, SE.M.Si |
| Tempat, Tanggal Lahir | : | Makassar, 09 Desember 1975 |
| Agama | : | Islam |
| Orang Tua | : | - Ayah : Trimo Suhadi (Alm.) - Ibu : Hj. Faridah Fatmawati |
| Istri | : | Hj. Lulul Suharti Utami, S.Pd |
| Anak | : |
|
| Alamat Rumah | : | |
| Riwayat Pendidikan | : |
|
| Riwayat Pekerjaan | : |
|
Jumat, 29 Mei 2015
25 DAHSYATNYA ISTIGFHAR
Dizaman yang serba tidak menentu ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukannya berikut uraian manfaat dari ber Istighfar.
1. Menggembirakan Allah
Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).
2. Dicintai Allah
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).
3. Dosa-dosanya diampuni
Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).
4. Selamat dari api neraka
Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).
5. Mendapat balasan surga
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).
6. Mengecewakan syetan
Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).
7. Membuat syetan putus asa
Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).
8. Meredam azab
Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).
9. Mengusir kesedihan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
10.Melapangkan kesempitan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
11.Melancarkan rizki
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).
12.Membersihkan hati
Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).
13.Mengangkat derajatnya disurga
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).
14.Mengikut sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam
Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).
15.Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah
Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).
16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati
Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).
17.Terhindar dari stampel kezhaliman
Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).
18.Mudah mendapat anak
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
19.Mudah mendapatkan air hujan
Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.(Kitab Fathul Bari: 11/98).
20.Bertambah kekuatannya
Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).
21.Bertambah kesejahteraanya
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).
22.Menjadi orang-orang yang beruntung
Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).
Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).
23.Keburukannya diganti dengan kebaikan
Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).
24.Bercitra sebagai orang mukmin
Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).
25.Berkeperibadian sebagai orang bijak
Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).
Wallahu a’lam bish showab..
(artikel Islami/arrahmah.com
1. Menggembirakan Allah
Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).
2. Dicintai Allah
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).
3. Dosa-dosanya diampuni
Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).
4. Selamat dari api neraka
Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).
5. Mendapat balasan surga
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).
6. Mengecewakan syetan
Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).
7. Membuat syetan putus asa
Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).
8. Meredam azab
Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).
9. Mengusir kesedihan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
10.Melapangkan kesempitan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
11.Melancarkan rizki
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).
12.Membersihkan hati
Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).
13.Mengangkat derajatnya disurga
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).
14.Mengikut sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam
Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).
15.Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah
Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).
16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati
Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).
17.Terhindar dari stampel kezhaliman
Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).
18.Mudah mendapat anak
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
19.Mudah mendapatkan air hujan
Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.(Kitab Fathul Bari: 11/98).
20.Bertambah kekuatannya
Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).
21.Bertambah kesejahteraanya
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).
22.Menjadi orang-orang yang beruntung
Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).
Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).
23.Keburukannya diganti dengan kebaikan
Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).
24.Bercitra sebagai orang mukmin
Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).
25.Berkeperibadian sebagai orang bijak
Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).
Wallahu a’lam bish showab..
(artikel Islami/arrahmah.com
BAHASA GAUL TARAKAN
Sanggar = Pisang Goreng
Peneke = Takut
Pendeng = Sabuk atau Ikat Pinggang
Bote = Bohong
Muyak = Kesal
Bodok/Pengong = Bodoh
Angsul = Uang Kembalian
Kokos = Film Kartun
Betagar = Berkarat
Kumpau = Sombong (kata” yg pling khas Tarakan nih, hehe)
Bombon = Permen
Keropok = Kerupuk
Culas = Curang
Betingkah = Banyak Ulah
Minta Puji = Cari Perhatian
Lanji = Ganjen
Jorong = Mendorong
Setip = Penghapus Pensil
Lombok = Cabe
Giwang = Anting”
Kastau = Beritahu
Cok koliat = Coba kamu liat
Meramput = Sembrono
Lele = Abang (kaya abang tukang bakso di Tarakan jadi lele bakso)
Deorang = Mereka
Lefis = Celana Panjang Jeans
Olok-Olok = Mengejek
Kalang Kabut = Panik
Kates = Buah Pepaya
Kelai = Berkelahi
Loke = Pelit
Pupur = Bedak
Enda = Tidak
Tumpis = Banyak mulut, ember
Muar = Muak
Can = Pukul
Berketan = Berbohong
Kombet = Tentara
KT = Plat Kendaraan
Terap = Nama buah khas Tarakan
Keleker = Gundu
Setiap ngomong sring ditambah kata ” BAH ” , kya ayo BAH jalan, makan BAH
Peneke = Takut
Pendeng = Sabuk atau Ikat Pinggang
Bote = Bohong
Muyak = Kesal
Bodok/Pengong = Bodoh
Angsul = Uang Kembalian
Kokos = Film Kartun
Betagar = Berkarat
Kumpau = Sombong (kata” yg pling khas Tarakan nih, hehe)
Bombon = Permen
Keropok = Kerupuk
Culas = Curang
Betingkah = Banyak Ulah
Minta Puji = Cari Perhatian
Lanji = Ganjen
Jorong = Mendorong
Setip = Penghapus Pensil
Lombok = Cabe
Giwang = Anting”
Kastau = Beritahu
Cok koliat = Coba kamu liat
Meramput = Sembrono
Lele = Abang (kaya abang tukang bakso di Tarakan jadi lele bakso)
Deorang = Mereka
Lefis = Celana Panjang Jeans
Olok-Olok = Mengejek
Kalang Kabut = Panik
Kates = Buah Pepaya
Kelai = Berkelahi
Loke = Pelit
Pupur = Bedak
Enda = Tidak
Tumpis = Banyak mulut, ember
Muar = Muak
Can = Pukul
Berketan = Berbohong
Kombet = Tentara
KT = Plat Kendaraan
Terap = Nama buah khas Tarakan
Keleker = Gundu
Setiap ngomong sring ditambah kata ” BAH ” , kya ayo BAH jalan, makan BAH
10 KEAJAIBAN SEDEKAH
Dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW banyak menjelaskan tentang keajaiban sedekah
Beberapa keajaiban sedekah tersebut diantaranya adalah:
1. Sedekah bisa melepaskan pelakunya dari bencana.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana."
2. Sedekah merupakan obat penyakit pada tubuh.
Rasulullah SAW bersabda,
"Obatilah penyakitmu dengan bersedekah."
3. Sedekah sebagai benteng buat diri kita.
Rasulullah SAW bersabda,
"Bentengilah harta bendamu dengan sedekah."
4. Sedekah sebagai pemadam kemurkaan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah."
5. Sedekah bisa menambah keakraban sesama muslim.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah adalah hadiah. Maka, berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih sayanglah kalian dengan saling memberi sedekah."
6. Sedekah dapat menambah umur.
"Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur."
7. Sedekah mampu menanamkan rasa belas kasihan dalam hati.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa mendapatkan kesedihan hati, maka berikanlah sedekah."
8. Sedekah sebagai syafaat kelak di akhirat.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya yang akan menaungi orang mukmin pada hari kiamat kelak adalah sedekah."
9. Sedekah menuai pahala yang termat besar.
Dalam sebuah atsar disebutkan,
"Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya."
10. Sedekah sebagai wasilah menambah rezeki.
Rasululah SAW bersabda,
"Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah, dan akan bertambah."
Itulah beberapa hadits mengenai khasiat sedekah.
Maka Pancinglah rezeki dengan bersedekah.
Beberapa keajaiban sedekah tersebut diantaranya adalah:
1. Sedekah bisa melepaskan pelakunya dari bencana.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana."
2. Sedekah merupakan obat penyakit pada tubuh.
Rasulullah SAW bersabda,
"Obatilah penyakitmu dengan bersedekah."
3. Sedekah sebagai benteng buat diri kita.
Rasulullah SAW bersabda,
"Bentengilah harta bendamu dengan sedekah."
4. Sedekah sebagai pemadam kemurkaan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah."
5. Sedekah bisa menambah keakraban sesama muslim.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah adalah hadiah. Maka, berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih sayanglah kalian dengan saling memberi sedekah."
6. Sedekah dapat menambah umur.
"Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur."
7. Sedekah mampu menanamkan rasa belas kasihan dalam hati.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa mendapatkan kesedihan hati, maka berikanlah sedekah."
8. Sedekah sebagai syafaat kelak di akhirat.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya yang akan menaungi orang mukmin pada hari kiamat kelak adalah sedekah."
9. Sedekah menuai pahala yang termat besar.
Dalam sebuah atsar disebutkan,
"Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya."
10. Sedekah sebagai wasilah menambah rezeki.
Rasululah SAW bersabda,
"Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah, dan akan bertambah."
Itulah beberapa hadits mengenai khasiat sedekah.
Maka Pancinglah rezeki dengan bersedekah.
Langganan:
Komentar (Atom)

